Jakarta, 4 April 2026 — Pengurus Harian Lembaga Dakwah Islam Indonesia Pimpinan Cabang Kecamatan Tanjung Priok menggelar silaturahim Syawal ke kediaman Drs. KH Muhammad Yahmin, M.Si, salah satu pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jalal sekaligus Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Tanjung Priok, dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi program keumatan.
Dalam kunjungan tersebut hadir Ust. H. Nurwahid, SE, M.Pd, Ust. Didik Fauzan, dan Ust. Gatot Muktiono. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan berbagai agenda strategis terkait pengembangan pendidikan, dakwah, dan kerja sama kelembagaan.
Bahas Pengembangan Pesantren dan Program Pendidikan
Salah satu topik utama yang dibahas adalah rencana pengembangan Pondok Pesantren Nurul Jalal di wilayah Cilegon. Pengembangan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas kontribusi pesantren terhadap pendidikan generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman.
Selain itu, KH Muhammad Yahmin juga membagikan pengalaman pengelolaan pesantren yang telah memiliki program pendidikan formal jenjang Tsanawiyah dan Aliyah. Model pendidikan tersebut dinilai dapat menjadi referensi pengembangan bagi Pondok Pesantren Al Akbar sebagai salah satu pondok binaan LDII di Jakarta Utara.
Perkuat Kolaborasi Program Keumatan
Dalam dialog tersebut juga dilakukan sharing program antara PC LDII Kecamatan Tanjung Priok dengan Majelis Ulama Indonesia, terutama terkait pembinaan umat, penguatan dakwah lingkungan, serta sinergi kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ust. Gatot Muktiono menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim Syawal ini menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi yang berkelanjutan dengan berbagai unsur masyarakat dan tokoh keagamaan.
“Kegiatan silaturahim Idul Fitri ini adalah upaya kami untuk terus menjalin komunikasi yang baik lagi. Selain mempererat ukhuwah islamiyah, kami ingin memastikan bahwa LDII hadir dan bersinergi positif di kalangan pesantren khususnya dan umumnya di tengah masyarakat,” ujar Gatot.
Sementara itu, KH Muhammad Yahmin dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat melalui pendekatan moderat.
“Yang terpenting adalah memperkecil perbedaan dan mengedepankan persamaan. Hancurnya kerukunan umat karena kita terpecah belah,” ujarnya.
Beliau dikenal sebagai ulama yang konsisten mendorong persatuan, dialog, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Silaturahim Syawal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan, memperluas jejaring kolaborasi, serta membangun semangat kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan umat yang harmonis dan produktif 🤝✨